Rabu, 02 Desember 2015

Sejarah Kaos

KAOS OBLONG
Berasal dari kata “shirt”.Kata tambahan “T”, konon dikarenakan oleh bentuknya yang menyerupai huruf “T”. Maka jadilah “T-shirt”.

Di Indonesia, kata “T-shirt” diterjemahkan menjadi “kaos oblong”. Dalam Kamus Indonesia-Inggris Hassan Shadily (1997) menyamakatakan “kaos oblong” dengan kata “kaos dalam”, “singlet”, dan “undershirt”.

SEJARAH T-SHIRT
Dulu benda ini tidak jelas siapa penemunya, hanya dipakai sebagai pakaian dalam oleh kaum pria. Mungkin sekarang anda akan menemukan seperti kaos dalam laki-laki yang polos dan masih sederhana.Warna dan bentuknya (model) itu-itu melulu yaitu dengan warna putih, dan belum ada variasi ukuran, kerah dan lingkar lengan.

T-shirt alias kaos oblong ini mulai dipopulerkan sewaktu dipakai oleh Marlon Brando pada tahun 1947, yaitu ketika ia memerankan tokoh Stanley Kowalsky dalam pentas teater dengan lakon “A Street Named Desire” karya Tenesse William di Broadway, AS. T-shirt berwarna abu-abu yang dikenakannya begitu pas dan lekat di tubuh Brando, serta sesuai dengan karakter tokoh yang diperankannya. Pada waktu itu penontong langsung berdecak kagum dan terpaku. Meski demikian, ada juga penonton yang protes, yang beranggapan bahwa pemakaian kaos oblong tersebut termasuk kurang ajar dan pemberontakan. Tak pelak, munculah polemik seputar kaos oblong.

 
Gambar: http://ecx.images-amazon.com/images/I/51FDS4DP6JL.jpg


Polemik yang terjadi yakni, sebagian kalangan menilai pemakaian kaos oblong – undershirt – sebagai busana luar adalah tidak sopan dan tidak beretika.Namun di kalangan lainnya, terutama anak muda pasca pentas teater tahun 1947 itu, justru dilanda demam kaos oblong, bahkan menganggap benda ini sebagai lambang kebebasan anak muda. Dan, bagi anak muda itu, kaos oblong bukan semata-mada suatu mode atau tren, melainkan merupakan bagian dari keseharian mereka.

Polemik tersebut selanjutnya justru menaikkan publisitas dan popularitas kaos oblong dalam percaturan mode. Akibatnya pula, beberapa perusahaan konveksi mulai bersemangat memproduksi benda itu, walaupun semula mereka meragukan prospek bisnis kaos oblong. Mereka mengembangkan kaos oblong dengan pelbagai bentuk dan warna serta memproduksinya secara besar-besaran. Citra kaos oblong semakin menanjak lagi manakala Marlon Brando sendiri – dengan berkaos oblong yang dipadu dengan celana jins dan jaket kulit – menjadi bintang iklan produk tersebut.

Mungkin, dikarenakan oleh maraknya polemik dan mewabahnya demam kaos oblong di kalangan masyarakat, pada tahun 1961 sebuah organisasi yang menamakan dirinya “Underwear Institute” (Lembaga Baju Dalam) menuntut agar kaos oblong diakui sebagai baju sopan seperti halnya baju-baju lainnya. Mereka mengatakan, kaos oblong juga merupakan karya busana yang telah menjadi bagian budaya mode.

Demam kaos oblong yang melumat seluruh benua Amerika dan Eropa pun terjadi sekita tahun 1961 itu. Apalagi ketika aktor James Dean mengenakan kaos oblong dalam film “Rebel Without A Cause”, sehingga eksistensi kaos oblong semakin kukuh dalam kehidupan di sana.

Di Indonesia, konon, masuknya benda ini karena dibawa oleh orang-orang Belanda. Namun ketika itu perkembangannya tidak pesat, sebab benda ini mempunyai nilai gengsi tingkat tinggi, dan di Indonesia teknologi pemintalannya belum maju. Akibatnya benda ini termasuk barang mahal.

Namun demikian, kaos oblong baru menampakkan perkembangan yang signifikan hingga merambah ke segenap pelosok pedesaan sekitar awal tahun 1970. Ketika itu wujudnya masih konvensional. Berwana putih, bahan katun-halus-tipis, melekat ketat di badan dan hanya untuk kaum pria. Beberapa merek yang terkenal waktu itu adalah Swan dan 77. Ada juga merek Cabe Rawit, Kembang Manggis, dan lain-lain.

Selanjutnya, tidak hanya di Amerika dan Eropa, di Indonesia pun kaos oblong sudah menjadi media berekspresi. Kaos oblong yang berwarna putih itu diberi gambar vinyet, dan waktu itu sempat menjadi tren/mode di kalangan anak muda Indonesia. Tapi tidak lama. Berikutnya vinyet digeser oleh tulisan-tulisan yang berwarna-warni. Tekniknya sepeprti sablon. Selain itu, ada juga gambar-gambar koboi, orang-orang berambut gondrong, dan lain-lain. Warna bahan kaos oblong pun sudah semarak, yaitu merah, hitam, biru kuning. Dan, tren kaos oblong rupa-rupanya direkam pula oleh Kartunis GM Sudarta melalui tokoh Om Pasikom dan kemenakannya dengan tajuk “Generasi Kaos Oblong” (Harian Kompas, 14 Januari 1978).

SOURCE: http://thekaospolos.blogspot.com/2012/02/sejarah-t-shirt.html

Minggu, 29 November 2015

Teknik Pencetakan Sablon

Pencetakan dengan cara sablon di jaman serba Digital sekalipun akan terus diperlukan. Cetak dengan metode sablon sangat diperlukan untuk pencetakan dalam media yang tidak memungkinkan dilakukan oleh Mesin Digital dan Offset. Mesin sablon yang dapat bekerja otomatis juga telah banyak dipakai saat ini, namun meskipun demikian cetak sablon secara manual tentunya masih banyak dilakukan dengan pertimbangan biaya lebih murah, misalkan Sablon Kain untuk sepanduk dan pakaian, Kaos, Souvenir, sablon pada media plastik dan sebagainya.

Gambar: http://yourshirts.co.uk/uploads/10772933/Image/%20branding%20store%20pic/screen_print_diagram-ys.png


Pada artikel ini kita akan mengulas hal-hal penting dan mendasar tentang cara dan teknik pencetakan sablon yang dilakukan secara manual salah satu teknik proses cetak yang menggunakan layar (screen) dengan kerapatan tertentu dan umumnya barbahan dasar Nylon atau sutra.

Tahapan dan cara kerjanya adalah sebagai berikut :

Permukaan  Screen Sablon di poleskan cairan kental  kusus/ emulsion. Cairan ini apabila telah dioleskan dan dikeringkan pada permukaan screen tidak boleh terkena sinar matahari (dipoleskan dan dikeringkan pada ruangan yang  gelap /Pada ruangan tanpa kena cahaya langsung ultra violet). Tujuannya adalah jika terkena cahaya saat sudah kering maka polesan tersebut tidak akan dapat larut dengan air dengan baik.

Setelah kering.. permukaan tersebut di tempel/ditutup dengan Film dari hasil Print BW (Black/White) pada media plastik/film transparent atau pada umumnya dapat menggunakan kertas tranparan dari Kalkir.

Dilanjutkan dengan proses “Penyinaran” terhadap Sinar matahari atau dibawah sinar yang mengandung Ultraviolet. Proses penyinaran ini ditentukan dengan “Hitungan” untuk mengukur lamanya penyinaran dan ditentukan oleh Keras tidaknya cahaya yang menerpa permukaan screen sablon tersebut.

Film Kemudian dilepas dari permukaan screen. Film yang telah diprint tersebut akan “Menampakan” duplikasi dari apa yang telah kita print pada layar.

Tahapan selanjutnya adalah Penyiraman Permukaan Screen dengan air. Cara penyiraman pun harus berhati-hati sekali. Kenapa ??? Karena hasil print yang tampak pada screen jika terkena air akan terlarut, ini disebabkan oleh karena Film yang dicetak “Hitam” dan permukaan layar yang ditutup Hitam tidak akan mengeras (Karena tidak tembus sinar). Begitu juga sebaliknya. Disinilah perlu kehati-hatian dalam proses penyiraman yang sering disertai dengan alat bantu “Semprot air mini” dengan tujuan agar air bisa lebih keras dan bisa bagus tembus melelehkan hasil print yang tercetak.

Tahapan selanjutnya yaitu pengeringan kembali dari proses diatas. Dan dilanjutkan pada proses Cetak dengan pemberian Tinta kusus  Sablon.

Proses eksekusinya adalah dengan menuangkan tinta di atas layar dan kemudian disapu menggunakan palet atau rakel yang terbuat dari karet. Satu layar digunakan untuk satu warna. Sementara bahan yang dicetak berada dibawah screen dablon dan dilakukan penekanan secara sedemikian rupa. Jadi proses cetak sablon adalah Tiap warna dalam sekali cetak.

Source: http://www.mahamerubali.com/cara-serta-tehnik-pencetakan-sablon.html

Rabu, 25 November 2015

Usaha Sablon Kaos

Usaha sablon kaos semakin banyak peminatnya, bagaimana sebetulnya prospek usaha ini. Banyak sekali jenis usaha yang bisa anda pilih saat ini jika anda ingin menambah penghasilan anda. Beberapa jenis usaha kecil bahkan memiliki prospek yang sangat bagus dan bisa memberikan tambahan penghasilan yang cukup signifikan. Ambil contoh usaha warung makan. Meskipun berskala kecil, usaha warung makan dapat terus berkembang. Hal ini dikarenakan makan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Demikian halnya dengan pakaian yang juga merupakan kebutuhan pokok manusia. Salah satu usaha yang menjanjikan prospek di bidang pakaian adalah usaha sablon kaos.



Yang Dibutuhkan Dalam Usaha Sablon Kaos

Jika anda tertarik dan berminat untuk memulai usaha sablon kaos, maka anda harus menyedialkan beberapa peralatan dasar serta bahan-bahan yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis ini. Pertama anda harus punya tempat. Anda tidak perlu menyewa tempat khusus. Anda bahkan bisa menggunakan satu ruangan di rumah anda untuk memulai bisnis ini. Selanjutnya yang anda butuhkan adalah alat sablon. Alat sablon dapat diperoleh di toko khusus yang menjual perlengkapan sablon. Beberapa alat standar yang digunakan untuk sablon adalah screen, rakel dan meja sablon. Anda juga membutuhkan bahan-bahan seperti cat atau tinta sablon, cairan pencampur dan film sablon.

Mempelajari tentang usaha Sablon kaos

Setelah mempersiapkan alat-alat serta bahan-bahan untuk usaha sablon kaos anda, yang selanjutnya harus anda lakukan adalah mempelajari teknik sablon. Saat ini anda bisa mendapatkan video tutorial mengenai teknik sablon di internet. Namun jika anda ingin hasil yang lebih maksimal, anda dapat mengikuti kursus sablon kaos manual di Margo Kaos yang terletak di Yogyakarta. Margo Kaos tidak hanya akan membimbing anda hingga mahir dalam teknik sablon kaos manual, tapi juga menyediakan buku-buku yang bisa membantu proses belajar anda, dan persiapan membuka usaha sablon kaos Anda.

SOURCE: http://margokaos.com/mengenal-lebih-dekat-usaha-sablon-kaos.html

Selasa, 17 November 2015

Cara Merawat Kaos Sablon

Jenis pakaian yang satu ini sudah tak asing lagi bagi kita karena hampir seluiruh lapisan masyarakat menyukainya dari mulai anak-anak sampai orang dewasa, salah satu alasannya karena bahan yang dibuat untuk kaos adalah bahan yang nyaman dipakai, arti nyaman di sini adalah kebanyakan kaos dapat menyerap keringat dengan baik jadi sangat cocok dengan iklim di Indonesia yang panas.

Selain kelebihan pada jenis bahan yang dapat menyerap keringat ada hal lain yang membuat orang tertarik yaitu banyaknya produsen kaos berinovasi untuk menambah variasi kaos yang berbeda, diantaranya yaitu dengan membuat warna warni yang indah di pandang mata dan ditambahkannya gambar yang disablon pada bagian luar kaos, dengan begitu akan menambah nilai jual untuk kaos tersebut, wajar saja bila sebuah kaos dapat dihargakan tinggi oleh penjualnya karena kelebihan tersebut.

Memiliki kaos kesayangan yang indah adalah suatu kebanggaan bagi pemiliknya tapi alangkah ruginya bila kaos tersebut tidak bertahan lama atau tidak awet karena kurangnya perawatan yang baik sehingga baru sebentar saja kaos kita sudah pudar warna serta rusaknya sablonan gambarnya. Untuk mencegah terjadinya hal-hal seperti itu maka di bawah ini saya rangkum beberapa cara merawat kaos agar awet sehingga dapat dipakai lebih lama.

1. Saat memiliki kaos baru usahakan jangan langsung dipakai tapi cucilah dahulu agar aroma zat kimia yang masih melekat pada serat kaos hilang, cara mencucinya berbeda dengan mencuci biasa, untuk kaos baru hanya direndam dengan sedikit deterjen lalu didiamkan sejenak kemudian dibilas tanpa disikat ataupun dikucek, hal ini dimaksudkan agar kaos masih dalam bentuknya.

2. Setelah kaos dicuci dan dibilas jemurlah kaos baru tersebut dengan posisi bagian luar tetap di luar(jangan dibalik), setelah kaos kering cepatlah diangkat dan disetrika sebentar dengan posisi dibalik, bagian yang disetrika adalah bagian dalam kaos, hal ini dimaksudkan untuk menghindari lengketnya setrika ke gambar yang disablon.

3. untuk selanjutnya setelah kaos mengalami beberapa kali pemakaian lakukanlah pencucian seperti biasa tetapi tetap harus memperhatikan hal-hal seperti di bawah ini:
Usahakan tidak mencuci kaos yang bersablon bersamaan dengan pakaian lain yang seratnya dapat terlepas karena dapat menempel pada kaos yang ikut dicuci bersamanya.
Saat mennyikat usahakan tidak menyikat bagian kaos yang bergambar(disablon) karena akan mengikis lapisan terluar sablon yang mengakibatkan rusaknya tekstur gambar tersebut.
saat menjemur janganlah membalikkan kaos, biarkan bagian luar kaos berada di luar dan bagian dalam tetap di dalam, hal ini dilakukan untuk mencegah sablonan lengket ke lapisan kaos yang lain karena saat kaos dijemur maka panas matahari akan membuat sablonan menjadi lengket. Bila anda takut warna kaos pudar karena tidak dibalik, janganlah terlalu lama menjemur kaos, bila kaos sudah kering angkatlah segera dansimpan di tempat teduh.
setrikalah kaos tapi jangan pada bagian gambar(yang disablon) dikhawatirkan setrika akan lengket pada ganbar tersebut. 
Janganlah menyetrika kaos yang belum kering benar karena akan mengeluarkan bau yang tidak sedap saat dipakai.

Source: http://perawatanrtdonto.blogspot.com/2013/03/cara-merawat-kaos-bergambarsablonan.html